Manfaat Kulit Manggis

Sejak ratusan tahun yang lalu, penduduk Asia Tenggara terutama Indonesia, sudah sering menggunakan air rebusan kulit manggis sebagai ramuan untuk mengobati infeksi, luka, demam, diare, sariawan dan sembelit. Tak hanya air rebusannya, bubuk dari kulit manggis yang dikeringkan juga digunakan untuk mengobati disentri di China dan India. Kulit manggis juga diolah menjadi salep untuk mengobati eksim dan penyakit kulit lainnya.

Selain kulit manggis, daging buahnya dipercaya untuk mengobati diare, radang amandel, keputihan, wasir, peluruh dahak dan sakit gigi. Orang Filipina menggunakan ekstrak kulit batang manggis untuk mengatasi sariawan, diare, disentri dan nyeri perut. Di Malaysia, seduhan daun manggis yang dicampurkan dengan pisang muda dan sedikit kapur barus, digunakan sebagai pengobat luka sunat, sedangkan akarnya dimanfaatkan untuk mengatasi haid yang tidak teratur.

Kulit buah manggis juga digunakan untuk mengobati sariawan, disentri, nyeri urat dan sembelit. Kulit batang manggis digunakan untuk mengatasi nyeri perut. Akar manggis digunakan untuk mengatasi haid yang tidak teratur. Sementara dari segi rasa, buah manggis cukup potensial untuk dibuat sari buah.

Berbagai khasiat kulit manggis telah dibuktikan dalam berbagai pengobatan penyakit dan serta manfaat yang baik bagi tubuh dan kesehatan tubuh, antara lain :

1. Sebagai antioksidan, anti inflamasi, anti bakteri, abtibiotik, anti jamur dan antiradang.
2. Mencegah pertumbuhan sel kanker dan tumor
3. Memperlambat pertumbuhan sel leukemi (kanker darah)
4. Mengobati penyakit diabetes mellitus
5. Mengurangi berat badan bagi penderita diabetes
6. Menghambat pertumbuhan virus mematikan seperti virus HIV
7. Mencegah oksidasi kolesterol LDL yang dapat menyebabkan penyumbatan pembuluh darah
8. Meningkatkan penglihatan sewaktu malam dan mencegah proliferasi protein abnormal yang dapat menyebabkan kebutaan.
9. Menghambat serangan jantung
10. Melindungi membran sel lemak dari oksidasi, serta asam amino tirosin dari reaksi oksidan peroksi nitrit
11. Mengobati reaksi alergi dan menetralkan enzim yang dapat menyebabkan kerusakan jaringan
12. Memperbaiki protein yang rusak pada dinding pembuluh darah
13. Antibiotik alami, antivirus dan antijamur dalam manggis dapat menyembuhkan patogen penyebab sariawan
14. Efek antiperadangan manggis dapat melegakan tenggorokan atau menyejukkan luka tenggorokan
15. Kandungan antibakteri manggis dapat mengatasi sesak napas yang disebabkan oleh bakteri
16. Efek antiperadangan manggis dapat mengurangi sakit gigi
17. Ekstrak kulit manggis bersifat antiproliferasi untuk menghambat pertumbuhan sel kanker. Selain itu, ekstrak kulit manggis ini juga bersifat apoptosis penghancur sel kanker.

Posted in Kulit Manggis | Tagged , , , , , , , | Leave a comment

Manfaat Kulit Manggis Untuk Diabetes

Walaupun tidak dijadikan sebagai bua santapan keseharian, tetapi buha manggis sangat mudah diperolehh di pasar tradisional maupun pasar modern. Namun, tahukah Anda bahwa di balik rasanya yang manis-asma dan menyegarkan itu terkandung senyawa yang berkhasiat bagi kesehatan?

Buah manggis yang sering disebut sebagai “ratu buah” mengandung senyawa aktif seperti vitamin, katekin (antioksidan), polisakarida dan stilbenes. Selain itu, terdapat senyawa aktif lain yang menjadi buah bibir dikalangan peneliti karena keunikannya. Senyawa aktif tersebut adalah xanthones yang terlah terbukti secara ilmiah memiliki beragam manfaat. Khasiat xanthones yang terdapat dalam kulit manggis memiliki manfaat antara lain sebagai anti aging (membantu memperlemabt penuaan), antioksidan (menangkal radikal bebas), membantu menurunkan tekanan darah tinggi atau hipertensi, modulator kekebalan tubuh (membantu meningkatkan respon kekebalan tubuh), cardio protectif (membantu melindungi jantung), mencegah osteoporosis (membantu mendukung masa atau kekompakan tulang), membantu sistem pencernaan, mamacu pertumbuhan sel darah merah, antivirus (membantu menanggulangi infeksi virus), antibiotik (membantu menanggulangi infeksi bakteri), antijamur (membantu menanggulangi infeksi jamur), membantu menurunkan berat badan, antiradang, antilesu, antitumor, hipoglikemik (menurunkan kadar gula darah) atau antidiabetes, antilipidemik (menurunkan kadar lemak darah), antiatherosklerosis (mengatasi penyumbatan pembuluh darah), antidepresan, anti-alzhmerian (membantu mencegah demensia atau pikun), anti artritis (mencegah artritis atau rematik), antipiretik (menurunkan demam), anitdiare dan anti neuralgik (mengurangi sakit saraf, misalnya neuropati diabetes).

Kulit manggis sebagai antidiabetes

Akhir-akhir ini penderita diabetes tipe 2 di Indonesia semakin meningkat. Bahkan, badan kesehatan dunia WHO menyebutkan bahwa Indonesia merupakan negara keempat dnegan jumlah penderita diabetes terbesar di dunia. Penelitian di Jepang pada tahun 2001 menyebutkan bahwa komponen mangiferin pada kulit manggis mampu menurunkan kadar gula darah pada tikus percobaan penderita diabetes. Mangiferin mampu menurunkan kejadian resistensis insulin.

Beberapa penelitian menyimpulkan ada korelasi positif antara penyakit diabetes melitus tipe 2 dengan antioksidan. Artinya pasien diabetes melltius akan membaik apabila mengonsumsi antioksidan dalam jumlah banyak. Meskipun mekanismenya belum jelas, tetapi mengingat xanthones dalam kulit manggis kaya akan antioksidan, maka sangat wajar jika ekstrak kulit manggis mampu memperbaiki kondisi penderita diabetes tipe 2.

Posted in Kulit Manggis | Tagged , , , , , , , , , , , , , , , | Leave a comment

Manfaat Kulit Manggis Bagi Kesehatan

Xanthones merupakan gabungan molekul yang terdiri atas berbagai senyawa kimia yang berpotensi sebagai antioksidan dan bermanfaat bagi kesehatan telah dimanfaatkan untuk pengobatan tradisional. Sekarang, berbagai penelitian mengenai khasiat dan manfaat xanthones dalam kulit manggis telah dilakukan di berbagai negara. Berikut ini beberapa hasil penelitian mengenai khasiat dan manfaat xanthone dari kulit manggis bagi kesehatan :

1. Sebagai Antiinflamasi

Inflamasi atau peradangan merupakan proses perlindungan sel darah putih bersama senyawa kimia lain dalam melindungi tubuh dari infeksi oleh benda asing, seperti bakteri dan virus. Lebih mudahnya, inflamasi adalah respon jaringan tubuh terhadap kerusakan. Saat terjadi inflamasi biasanya diikuti dengan peningkatan sel darah putih dengan cepat. Seiring dengan proses tersebut, timbul beberapa gejala, diantaranya terjadi peningkatan suhu tubuh, kemerahan di daerah yang mengalami peradangan, serta pembengkakan dan rasa sakit akibat peningkatan konsentrasi aliran darah. Akibat umum inflamasi adalag radang sendi, alergi dan sakit kepala.

a. Reaksi inflamasi biasanya diikuti peningkatan sel darah putih, peningkatan suhu tubuh, kemerahan, pembengkakan dan rasa sakit.

b. Akibat umum inflamasi adalah radang sendi, alergi dan sakit kepala.

Jenis reaksi inflamasi bermacam-macam. Ada inflamasi pada tulang sehingga menimbulkan rasa sakit, kekakuan, pembengkakan dan rasa panas. Ada pula reaksi inflamasi oleh udara yang disebabkan alergi, misalnya asma. Inflamasi ini menyebabkan kesulitan untuk bernapas secara normal.

Reaksi alergi merupakan proses inflamasi yang disebabkan gangguan sistem kekebalan tubuh. Saat pada alergen yag menyerang tubuh, sistem kekebalan merasakannya sebagai bahan berbahaya meskipun sebenarnya tidak. Tubuh bereaksi dengan mengeluarkan histamin untuk melawan bahan tersebut. Hal ini akan memicu munculnya inflamasi dan gejala alergi. Sebagai contoh, sakit kepala yang disebabkan oleh pilek, flu dan sinusitis atau mirgan yang disebabkan inflamasi arteri di leher dan kepala.

2. Sebagai Antibakteri

Kemampuan penting lain dari xanthones adalah mematikan bakteri. Beberapa penelitian tentang manfaat senyawa xanthones memperlihatkan bahwa xanthones bersifat anti mikroba terhadap MRSA (methcillin-resistant staphylococcus aureus) yaitu bakteri yang telah kebal terhadap obat antibiotik yang dapat menyebabkan infeksi parah.

Hasil penelitian tentang xanthones dari tepung kulit manggis membuktikan bahwa xanthones mampu mematikan bakteri Salmonella enteritidis yang sering menyebabkan penyakit melalui makanan (foodborne disease). Salmonella yang telah diinokulasikan dan berkembang biak di dalam medium agar (PDA) ditetesi dengan ekstrak kulit manggis. Hasilnya, ekstrak kulit manggis dapat merangsang produksi sel fagositik yang akan mematikan bakteri intraseluler.

3. Sebagai Antijamur

Xanthones juga memiliki kemampuan untuk menghambat aktivitas kapang atau jamur. Penyebab penyakit atau fitophatogenik. Beberapa contohnya adalah Fusarium oxysporum V, Altenaria tenius dan Dreschlera oryzae (Cochliobolus miyabeanu). Penelitian yang dilakukan oleh Geetha dan Gopalakrishnan juga membuktikan hal tersebut.

4. Sebagai Antivirus

Salah satu penyakit akibat infeksi virus yang ditakuti banyak orang karena belum ada obatnya adalah HIV. HIV merupakan penyakit yang menyerang seistem kekebalan tubuh manusia. Mangostin xanthones yang terkandung dalam kulit manggis telah dibuktikan mampu menghambat sikulus replikasi virus HIV.

Hasil penelitian Vlietinch (1998) memperkuat penelitian sebelumnya yang dilakukan di Cina yang juga menyimpulkan bahwa ekstrak kulit manggis menunjukkan potensi dalam menghambat HIV -1 protase yang mempengaruhi replikasi HIV. Tampaknya mekanisme kerja xanthones berbeda dengan obat antiretroviral (ARV).

Selain penyakit HIV, hasil penelitian Ignatushchenko et al. (1999) menyimpulkan bahwa xantohnes mempunyai potensi tinggi dalam aktivitas anti malaria yang dilakukan pada hewan percobaan. Meskipun belum diuji klinis, xanthones secara empiris terbuukti mampu menyembuhkan beberap penderia malaria kronik.

Posted in Kulit Manggis | Tagged , , , , , , , | Leave a comment