Manfaat Kulit Manggis Untuk Diabetes

Walaupun tidak dijadikan sebagai bua santapan keseharian, tetapi buha manggis sangat mudah diperolehh di pasar tradisional maupun pasar modern. Namun, tahukah Anda bahwa di balik rasanya yang manis-asma dan menyegarkan itu terkandung senyawa yang berkhasiat bagi kesehatan?

Buah manggis yang sering disebut sebagai “ratu buah” mengandung senyawa aktif seperti vitamin, katekin (antioksidan), polisakarida dan stilbenes. Selain itu, terdapat senyawa aktif lain yang menjadi buah bibir dikalangan peneliti karena keunikannya. Senyawa aktif tersebut adalah xanthones yang terlah terbukti secara ilmiah memiliki beragam manfaat. Khasiat xanthones yang terdapat dalam kulit manggis memiliki manfaat antara lain sebagai anti aging (membantu memperlemabt penuaan), antioksidan (menangkal radikal bebas), membantu menurunkan tekanan darah tinggi atau hipertensi, modulator kekebalan tubuh (membantu meningkatkan respon kekebalan tubuh), cardio protectif (membantu melindungi jantung), mencegah osteoporosis (membantu mendukung masa atau kekompakan tulang), membantu sistem pencernaan, mamacu pertumbuhan sel darah merah, antivirus (membantu menanggulangi infeksi virus), antibiotik (membantu menanggulangi infeksi bakteri), antijamur (membantu menanggulangi infeksi jamur), membantu menurunkan berat badan, antiradang, antilesu, antitumor, hipoglikemik (menurunkan kadar gula darah) atau antidiabetes, antilipidemik (menurunkan kadar lemak darah), antiatherosklerosis (mengatasi penyumbatan pembuluh darah), antidepresan, anti-alzhmerian (membantu mencegah demensia atau pikun), anti artritis (mencegah artritis atau rematik), antipiretik (menurunkan demam), anitdiare dan anti neuralgik (mengurangi sakit saraf, misalnya neuropati diabetes).

Kulit manggis sebagai antidiabetes

Akhir-akhir ini penderita diabetes tipe 2 di Indonesia semakin meningkat. Bahkan, badan kesehatan dunia WHO menyebutkan bahwa Indonesia merupakan negara keempat dnegan jumlah penderita diabetes terbesar di dunia. Penelitian di Jepang pada tahun 2001 menyebutkan bahwa komponen mangiferin pada kulit manggis mampu menurunkan kadar gula darah pada tikus percobaan penderita diabetes. Mangiferin mampu menurunkan kejadian resistensis insulin.

Beberapa penelitian menyimpulkan ada korelasi positif antara penyakit diabetes melitus tipe 2 dengan antioksidan. Artinya pasien diabetes melltius akan membaik apabila mengonsumsi antioksidan dalam jumlah banyak. Meskipun mekanismenya belum jelas, tetapi mengingat xanthones dalam kulit manggis kaya akan antioksidan, maka sangat wajar jika ekstrak kulit manggis mampu memperbaiki kondisi penderita diabetes tipe 2.

This entry was posted in Kulit Manggis and tagged , , , , , , , , , , , , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>